Salurkan Bansos Sembako di Jawa Tengah, Dirjen Rehsos Kunjungi Komunitas Pemulung

  • Salurkan Bansos Sembako di Jawa Tengah, Dirjen Rehsos Kunjungi Komunitas Pemulung
  • IMG-20200708-WA0072
  • IMG-20200708-WA0074
  • IMG-20200708-WA0062
JAWA TENGAH (8 Juli 2020) - Kementerian Sosial RI terus menjangkau kelompok rentan terdampak Covid-19 di beberapa daerah untuk diberikan Bantuan Sosial (Bansos) sembako. Kali ini penyaluran bantuan dilakukan di Kota Lumpia, yaitu Semarang, tepatnya di Pendopo Kantor Bupati Kabupaten Semarang dan di Kota Surakarta tepatnya di Kantor Dinas Sosial Kota Surakarta.

Kemensos melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial menyalurkan bantuan sebanyak 974 sembako untuk wilayah Jawa Tengah. Bansos sembako ini akan didistribusi ke beberap wilayah yaitu 371 sembako untuk Kabupaten Semarang, 118 sembako untuk Kota Semarang dan 485 sembako untuk Kota Surakarta.

"Di situasi pandemi ini, Kemensos Hadir untuk bisa mengurangi resiko dampak dari pandemi Covid-19 dengan menyalurkan bansos sembako," kata Harry.

Harry menambahkan, per 7 Juli 2020 tercatat sebanyak 66.226 kasus Covid-19 di Indonesia. Baginya ini kondisi yang mengkhawatirkan. "Kewaspadaan kita harus tetap dijaga. Di era normal baru bukan berarti bebas (tanpa masker, tanpa jaga jarak dan tanpa jaga kebersihan), tetap jalani Protokol Kesehatan. Mari perteguh keyakinan kita untuk berperilaku bersih dan sehat," pesannya.

Bansos sembako ini merupakan hasil refocusing anggaran di 5 Direktorat yang ada di Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, beberapa diantara yaitu Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang serta Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas.

Bansos ini diberikan kepada kelompok rentan seperti pengemis, pemulung, mantan narapidana teroris, penyandang disabilitas dan warga terlantar lainnya yang merupakan binaan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) sebagai mitra Kemensos. LKS tersebut yaitu LKS Rumah Pancasila, LKS Keramas, LKS Batang, LKS Lentera dan LKS Gaya Mahardika.

Dalam sambutannya, Bupati Semarang. Mundjirin menyampaikan harapannya. "Semoga bantuan sembako ini dapat bermanfaat bagi saudara kita pada masa pandemi ini. Terimakasih Kemensos, dinsos dan LKS yang terus membangun kesejahteraan bagi Penerima Manfaat," ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Surakarta, Tamso. "Terima kasih warga kami diberi bantuan. Semoga bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ini wujud Kemensos hadir, selalu hadir untuk membantu," katanya di aula Dinas Sosial Kota Surakarta.

Pada Kesempatan ini, Dirjen Rehsos juga menyambangi komunitas pemulung di wilayah Bawen, Semarang. Dirjen Rehsos memberikan bansos sembako sekaligus berdialog dengan anggota komunitas.

Lokasi ini merupakan lokasi pengepul barang bekas hasil rongsokan seperti kardus dan kertas bekas. Di masa pandemi, kata Ketua Komunitas, Kumedi Sarkim, banyak para pemulung yang berkurang pendapatannya karena banyak perkampungan ditutup. pemulung sulit mencari barang bekas.

Harga hasil rongsokan per kg sifatnya fluktuatif, antara Rp. 1.500 - 2.000 per kg ditentukan oleh perusahaan daur ulang kertas. Dari harga tersebut, para pemulung bisa mengambil keuntungan hanya sebesar Rp. 200 per kg.

Ratri, salah satu pemulung mengatakan dalam sehari dirinya mampu mendapatkan kurang lebih 100 sampai 150 kg barang rongsokan di kondisi sebelum ada Pandemi Covid-19. Maka pendapatnya per hari kurang lebih Rp. 25 ribu.

"Mudah-mudahan besok dapet Bansos lagi, supaya kita ini pada semangat cari uangnya, kata Ratri, Ibu 2 anak yang baru saja ditinggal meninggal oleh suaminya pada 22 Juni lalu.

Pemberdayaan di komunitas menjadi salah satu bentuk implementasi Asistensi Rehabilitasi Sosial untuk menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap pemulung. Selama ini, kata Kumedi, pemulung tidak dihargai, dianggap seperti orang gila, kotor, pengemis bahkan maling, 

Kedepan, Dirjen Rehsos ingin para pemulung mandiri dan tidak didiskriminasi, tidak hanya sebagai pemulung barang bekas, tetepi juga bisa mendaur ulang kardus dan kertas hasil rongsokan menjadi barang yang bernilai ekonomi.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang beserta jajarannya,  Kepala Balai Besar Disabilitas "Prof. Dr. Soeharso" Surakarta, Kepala Balai "Mulya Jaya" Jakarta, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang dan Kepala Dinas Sosial Kota Surakarta.



Penulis :
OHH Ditjen Rehsos
Editor :
Annisa YH

Bagikan :