Kemensos Bersama LKS Bangkitkan Semangat Hidup Kelompok Rentan

  • Kemensos Bersama LKS Bangkitkan Semangat Hidup Kelompok Rentan
  • IMG-20200708-WA0004
  • IMG-20200708-WA0012
  • IMG-20200708-WA0016

JAKARTA (7 JULI 2020) – Sudah 3 bulan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI mengemban amanah penanganan warga terlantar terdampak Covid-19 di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kini Kemensos terus bergerak bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) sebagai mitra untuk membangkitkan semangat hidup kelompok rentan pasca PSBB atau disebut Era Normal Baru.

 

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat yang mengawal penanganan warga terlantar terdampak Covid-19 ini berpesan di Era Normal Baru, semua komunitas binaan LKS harus memiliki kesadaran untuk hidup bersih dan sehat.

 

“Gerakkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kiranya menjadi salah satu fokus kegiatan Asistensi Rehabilitasi Sosial di komunitas, pastikan ada kesadaran tentang PHBS,” pesannya kepada LKS yang ikut menangani warga terlantar.

 

Dukungan sosialisasi PHBS juga diberikan oleh Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak yang ikut memberikan Booklet PHBS untuk LKS. Ini menjadi media kampanye PHBS untuk menghindari diri dari paparan Covid-19.

 

Selain itu, LKS terus mendukung pelaksanaan Asistensi Rehabilitasi Sosial di Era Normal Baru untuk pemenuhan kebutuhan dasar dengan membuka dapur umum bagi komunitas. Beberapa diantaranya yaitu LKS Bhakti Nurul Iman yang membuka 4 dapur umum untuk 272 Penerima Manfaat (PM) dan LKS Swara Peduli yang membuka dapur umum mandiri serta menyalurkan 337 nasi kotak.

 

Hal serupa juga dilakukan oleh yayasan Education Religion Be Entertainment (ERBE) yang membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar komunitas, yaitu kebutuhan permakanan. “Aksi-aksi kemanusiaan yang konkrit seperti ini yang diperlukan warga pada masa pandemi Covid-19,” ungkap Harry.

 

Bantuan sembako yang sebelumnya pernah disalurkan oleh Kemensos melalui LKS ternyata meninggalkan bekas di hati salah satu PM di komunitas binaan LKS Bhakti Nurul Iman. “saya berterima kasih atas semua yang diberikan Kemensos. Saya tidak mengira Bapak akan ingat sampai kebutuhan perut, bahkan sembako ini saya jadikan modal jualan nasi uduk,” ucap salah satu PM.

 

Bansos sembako dari Kemensos yang salah satu komponennya adalah beras dijadikan modal berjualan nasi uduk olehnya dan bermanfaat hingga sekarang. Padahal saat itu dirinya hampir putus asa karena tidak bisa mencari nafkah di masa pandemi Covid-19.

 

Ide kreatif ini muncul lantaran dirinya juga harus bangkit dari keterpurukan ekonomi selama masa pandemi. Dirinya percaya bantuan ini menjadi jalan baginya dan keluarga bertahan hidup bahkan memulihkan ekonominya.

 

Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial di Era Normal Baru terus gencar dilakukan LKS. Bansos sembako terus disalurkan di beberapa komunitas pemulung, salah satunya di komunitas pemulung Menara Jatipadang, Pasar Minggu (4/7/20) binaan LKS Bhakti Nurul Iman, komunitas pemulung Kampung Sumur Klender binaan LKS Swara Peduli dan komunitas di Gang H. Saibun (5/7/20).

 

Kemudian penyaluran bansos sembako Presiden sejumlah 547 paket juga dilakukan oleh LKS ERBE ke beberapa komunitas, yaitu ke komunitas pemulung Rawadas Pondok Kopi, komunitas pemulung Pondok Kelapa dan kampung Kebon Duren Sawit, Jakarta Timur (5/7/20).

 

LKS Kumala juga telah membawa 11 anak jalanan dari Pasar Permai ke komunitas agar dipenuhi haknya. Mereka dipenuhi kebutuhan dasarnya dan juga diberi pemberdayaan berupa keterampilan memasak.

 

Di bidang pendidikan, LKS juga hadir untuk mencetak sumberdaya manusia berkualitas. LKS memberi akses kepada anak-anak dengan ekonomi lemah untuk bisa mengenyam pendidikan. Salah satunya LKS Uswatun Hasanah yang mengadakan wisuda bagi anak-anak binaannya pada jenjang MI, SMP dan SMA. 

 

Secara berangsur seluruh LKS mengimplementasikan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang direkonstruksi oleh Ditjen Rehsos Kemensos RI. Program ini menekankan pada peran keluarga di komunitas dalam proses rehabilitasi sosial. 

 

 


Penulis :
Ohh Ditjen Rehsos
Editor :
David Myoga
Penerjemah :
OHH Ditjen Rehsos

Bagikan :