Kembangkan Layanan Psikologi, BP3S Teken MoU dengan Nurani Institute

  • Kembangkan Layanan Psikologi, BP3S Teken MoU dengan Nurani Institute
  • 15998075876317
  • 15998075623058
  • 15998075356613

BOGOR (10 September 2020) - Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S) Kementerian Sosial RI (Kemensos) terus memperkuat layanan dukungan psikososial (LDP).

Kepala BP3S Syahabuddin mendorong jajaranya untuk terus memperkuat program layanan psikososial, terutama pada masa pandemi seperti sekarang ini. Kepala BP3S menyatakan, pandemi berdampak pada hampir semua kelompok masyarakat.

Katanya, tidak hanya masyarakat level bawah, mereka yang bekerja di sektor swasta yang biasanya mendapat pemasukan rutin, bisa tiba-tiba kehilangan penghasilan. Disinilah LDP ini sangat dibutuhkan.

Berdasarkan hal itu, BP3S menggandeng Nurani Institute untuk melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk menyinergikan sumber daya manusia (SDM) dalam rangka aspek penyelenggaraan pelayanan psikologi, Kamis (10/9).

Sebagai informasi Nurani Institut adalah organisasi yang didirikan di atas prinsip-prinsip yang menangani tiga mode utama yang digunakan manusia untuk berfungsi: intelektual, sosial, dan spiritual.

Nurani Institut ini juga mendukung serta berperan dalam mengembalikan dan menyemangati korban-korban bencana baik alam maupun sosial terkait pada trauma healing, pemulihan psikis pada anak, keluarga dan masyarakat yang terdampak.

Dengan adanya MoU ini diharapkan sinergi dari SDM yang ada untuk memperkuat layanan dukungan psikososial yang sudah berjalan selama ini.

Kedepan melalui MoU ini juga akan dibuatkan pedoman dan petunjuk teknis untuk para Jabatan Fungsional Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial dalam Aspek Penyelenggaraan Pelayanan Psikologi.

“Setelah penandatangan mou ini  saya harap agar pihak Nurani Institut  dapat selalu mengaktifkan Handphone nya dan dapat dihubungi 24 jam karena bencana datang tidak pandang waktu,” ujar Kepala BP3S.

Terakhir kepala BP3S menyampaikan jika dalam pelaksanaannya, BP3S tidak bisa bekerja sendiri. Kepala BP3S mengajak semua elemen  bersinergi dan berkolaborasi dengan BP3S, baik itu pekerja sosial, asosiasi profesi, perguruan tinggi, para ahli, dan sebagainya, bekerja bersama-sama.

“Perubahan sangat cepat dan drastis ini berpengaruh kepada psikologis dalam kehidupan kita. Ini harus direspon dengan cepat tentunya dengan bersinergi,” tegas Syahabuddin.

Hadir juga dalam kegiatan penandatanganan Mou ini Kepala Biro Hukum Kemensos, Sekretaris BP3S dan Kepala Pusat pengembangan profesi Pekerja sosial dan Penyuluh Sosial.


Penulis :
Alfian Anugrah P
Editor :
Annisa YH

Bagikan :