Inhouse Training Kehumasan Balai Melati Jakarta : Berpikir Kreatif dan Lahirkan Ide Hebat

  • Inhouse Training Kehumasan Balai Melati Jakarta : Berpikir Kreatif dan Lahirkan Ide Hebat
  • IMG-20201113-WA0156
  • IMG-20201113-WA0154
  • IMG-20201113-WA0157
JAKARTA (13 November 2020) - Balai Melati Jakarta menyelenggarakan Kegiatan Inhouse Training Kehumasan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) balai dalam melaksanakan fungsi kehumasan. 

Bertempat di Aula Balai Melati Jakarta, kegiatan yang mengusung tema “Berpikir Kreatif dan Lahirkan Ide Hebat” berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 10-13 November 2020. 

Kegiatan diikuti 12 orang, terdiri dari pejabat struktural di lingkungan balai, pengelola kehumasan, pekerja sosial, terapis wicara, instruktur desain grafis dan instruktur keterampilan komputer.

Kepala Balai Melati Jakarta, Puti Chairida Anwar dalam sambutannya menyampaikan “Kegiatan _Inhouse Training_ Kehumasan menjadi prioritas dalam upaya peningkatan kualitas SDM balai. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan SDM balai memahami peran sebagai humas balai yang berkewajiban menyampaikan informasi yang tepat kepada publik mengenai program-program layanan balai. 

Pekerja Sosial turut dilibatkan karena menjadi garda terdepan dalam penyelenggaraan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

 "Jangan pernah takut melahirkan ide-ide hebat untuk membesarkan nama Balai Melati, karena kita diberikan amanah mendampingi anak-anak yang dianugerahi keistimewaan dari Tuhan”, tegas Puti. 

Menjadi narasumber pembuka, Purwanto menyampaikan pengetahuan mengenai _Media Today_. Pengalamannya menjadi produser Trans7 dan akademisi di bidang media pada kampus IISIP Jakarta memberikan inspirasi bagi peserta kegiatan. 

Dalam pemaparannya, Purwanto menuturkan bahwa konten publikasi balai harus dapat merepresentasikan balai. 

Indikator keberhasilan kehumasan adalah berapa banyak _followers_, _viewers_ dan _likes_ yang didapatkan pada tiap konten yang dipublikasikan di media sosial balai. 

“Balai Melati harus mampu melahirkan personal branding yang berbeda, unik, dan dipublikasikan secara massif serta berkelanjutan sehingga publik memiliki keterikatan dan menjadi pemirsa setia berita-berita balai”, pungkas Purwanto. 

Di hari kedua, Kepala Bagian OHH Ditjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Syam Wuryani menjadi narasumber yang memberikan materi mengenai “Teknik Publikasi Berita”. 

“Jangan takut memulai sesuatu diluar kebiasaan dan masuk dalam dunia kehumasan karena ketidaksesuaian latar belakang pendidikan. Jika bukan kita yang mempublikasikan kegiatan balai, lantas siapa lagi?”, ujar Yani. 

Lebih lanjut, Yani mengungkapkan bahwa Balai Melati memiliki banyak bahan publikasi berita. Pelayanan yang diselenggarakan Balai Melati harus dipublikasikan agar publik tahu bahwa Kementerian Sosial HADIR untuk mengatasi permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat. 

“Balai Melati memiliki SDM muda yang potensial untuk membangun nama besar balai, maka tunjukkan kemampuan itu”, tegas Yani. 

Di hari ketiga dan keempat, Eko Saputra pranata komputer dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial menjadi narasumber penutup kegiatan. Selama 2 hari terakhir, peserta kegiatan diberikan pengetahuan untuk melakukan pengelolaan website. Website Balai Melati menjadi media publikasi atas kegiatan-kegiatan dan produk layanan balai. Kedepannya nanti semua media balai akan dioptimalkan pengelolaannya untuk memassifkan pemberitaan kegiatan Balai Melati. 

_Humas Balai Melati Jakarta_

Penulis :
Humas Melati Jakarta
Editor :
Annisa YH

Bagikan :